Category : News

Turba Wilker Surabaya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo)
Surabaya, 24 Januari 2016

Pelantikan PWNA Jawa Timur : Terapkan 7 Strategi Dakwah

Pelantikan PW Nasyiah Jatim | Dok. pwmu.co

Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur  telah selesai melakukan prosesi pelantikan untuk periode 2016-2020, berlokasi  di Aula KH Mas Mansyur Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Aini Sukriah selaku Ketua Umum PWNA Jawa Timur yang baru  menyampaikan cita-cita  dan harapan Nasyiatul Aisyiyah kedepan. Pertama NA Jatim kedepannya mampu menciptakan kualifikasi kader bangsa dan kader umat yang memiliki pikiran terbuka, selalu up to date terhadap isu-isu terkini, memiliki etos kerja yang tinggi, dan komitmen terhadap perjuangan dan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar.

Kedua, ia berharap menjadikan NA sebagai organisasi yang profesional, berkembang secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan perkembangan baik regional, nasional maupun internasional. Ketiga, Nasyiah harus bisa menjadi sumber pembelajaran bagi keluarga dan perempuan. Dan keempat adalah mengembangkan masyarakat melalui berbagai bidang, terutama ekonomi dan politik.

“Pada periode ini, Nasyiah menerapkan 7 strategi gerakan. Seperti optimalisasi media untuk publikasi, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, masifikasi advokasi pada perempuan dan anak (pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial), penguatan gerakan cabang dan ranting sesuai karakteristik lokal, penguatan konsep gender Nasyiah dan peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta menguatkan komitmen kaderisasi,” ujar Aini.

ia juga menambahkan bahwa kekuatan yang dimiliki NA Jatim yakni 38 daerah, 232 cabang dan 311 ranting, serta tersebarnya lembaga PAUD, TPA, BMT di Jatim  bisa dimanfaatkan dengan baik untuk merawat dan mengembangkan gerakan kelembagaan sebagai perwujudan nilai dan semangat dakwah.

”Untuk itu sinergisitas gerakan bersama pemerintah, Muhammadiyah, AUM, ortom dan Nasyiah se-Jatim sangat diharapkan demi mewujudkan cita-cita Nasyiah menuju tahun 2020,” pungkasnya.

NA daerah lain siap mengikuti cita-citabseperri NA Jatim? Mari kita perjuangkan bersama.

[deen | Sumber : Muhammadiyah.or.id]

Suko Widodo Bagi Kiat Sukses Memperkuat Branding

“Tujuan komunikasi adalah bagaimana membuat sesuatu tepat di mata publik. Suatu branding tidak mungkin 100% mewakili tujuan komunikasi, tapi paling tidak mendekati tujuan komunikasi itu dibangun.“ kata Suko Widodo, dosen Universitas Airlangga program studi Ilmu Komunikasi saat membagi pengalaman tentang ilmu branding di acara PW Aisyiyah Jatim (19/5). PW Aisyiah Jatim untuk pertama kalinya, bahkan di tingkat nasional, mengadakan pelatihan branding untuk meningkatkan skill kepenulisan pengurus Aisyiyah yang berasal di berbagai kota di Jatim.

Branding yang kuat adalah bagaimana ketika orang menyebut sesuatu, orang akan dengan mudah mengingat produk. Seperti ketika orang menyebut air mineral kemasan, maka hampir pasti ia akan teringat dengan air mineral merk Aqua. Suko Widodo mengungkapkan, bahwa untuk menciptakan branding Aisyiyah yang dapat menancap dalam pikiran masyarakat, maka cara jitunya adalah dengan menonjolkan aktivitas Aisyiyah. Branding yang dibuat harus menekankan kesan bahwa apapun kegiatan yang hebat, maka itu pasti kegiatan Aisyiyah. Suko Widodo juga mengemukakan ide pada peserta pelatihan untuk menyusun kuisioner dan kirim ke daerah masing2 untuk mengetahui kekuatan branding Aisyiyah sebelum menyusun strategi pembuatan branding yang baru.

Terdapat dua macam strategi branding yakni public speaking dan menulis. Dalam paparannya,  lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada itu menekankan, ada satu poin penting yang mungkin sepele namun menjadi penentu bagaimana seseorang menjadi public speaking  yang baik. Bukan durasi komunikasi yang lama. Bukan pula kata-kata yang puitis atau intonasi. Poin itu adalah bahasa tubuh. Menurut sebuah angket, pendengar komunikasi lebih memperhatikan bahasa tubuh seseorang ketika memulai komunikasi.

Jika di awal perkembangannya ruang publik virtual dilakukan di perangkat komputer, kini orang bisa memanfaatkan smartphone. Menurut beliau, perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone telah mendorong meningkatnya perangkat komunikasi. Akibatnya, jika sebelumnya lebih pasif menjadi sekadar penerima informasi, kini orang dengan mudah bisa mengolah sendiri dan mendistribusikannya dengan perangkat smartphone yang digenggamnya. Hal ini menjadi keuntungan bagi Aisyiyah karena dengan kemudahan akses informasi, Aisyiyah akan dapat lebih memperkuat branding dengan sering menulis artikel berita di sosial media dan website resmi lembaga.

Terakhir beliau menutup dengan harapan supaya Aisyiyah sungguh-sungguh terus belajar meningkatkan kualitas brandingnya sehingga branding Aisyiyah bisa menguasai Indonesia.

Laporan Pelaksanaan Musyawarah Wilayah X PWNA Jawa Timur

Assalammualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

-Surabaya- Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Timur menyelenggarakan Musyawarah Wilayah X tanggal 24-25 Desember 2012 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebagai rangkaian kegiatan Musywil ini secara paralel diadakan Pelatihan Guru PAUD dan Darul Arqom Nasyiatul ‘Aisyiyah (DANA 3) pada dua hari sebelumnya, tanggal 22-23 Desember 2012.

Pelatihan Jurnalistik Berbasis WEB

Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, mengadakan kegiatan Pelatihann Jurnalistik Berbasis WEB. Kegiatan ini berlangsung pada hari sabtu – ahad, 25 – 26 Juni 2011,bertempat di wisma Sejahtera Surabaya. Tema dari kegiatan ini adalah Belaja r Bersama Membuat Media Jurnalistik. Peserta kegiatan ini adalah kader – kader Nasyiah dari perwakilan daerah di Jawa Timur sebanyak 40 peserta. Tujuan diadakan kegiatan ini

Tinggal Setengah Periode

hanya tinggal setengah periode…………….heemmmm, betapa lega hati ini akhirnya hanya tinggal satu periode saja. ya betul hanya tinggal setengah periode saja. Tahun depan 2012. Setahun kemudian 2013, maka segera laporan pertanggungjawaban, dan kemudian usailah periode ini. Kaderisasi telah dijalankan maka pergantian kepengurusan akan segera dilakukan dan kami akan terbebas dari tugas. Itulah kami (heee…………..)

Sangat berbeda. Sungguh sangat berbeda. Ketika kami berbicara tentang pengandian kepada masyarakat berdasarkan sudut pandang kami sebagai warga Nasyiatul Aisyiyah sejati. Maka yang kami bicarakan adalah pengabdian yang sebenarnya kepada masyarakat. Penih kerelaan hati, kami sediakan waktu, energi dan materi untuk beribadah di jalan Allah melalui organisasi otonom Muhammadiyah. Kami tuangkan tiap – tiap kemampuan kami untuk kebaikan masyarakat. Tidak ada keuntungan yang kami dapatkan. Hanya senyum ikhlas dan doa ketulusan yang kami dapatkan dari mereka – mereka yang telah merasakan setiap kebaikan Allah yang diutus melalui kami. Kami sangat berbeda, dengan pengabdian yang lainnya, yang mengatasnamakan kepentingan rakyat dan kepentingan rakyat serta perwakilan rakyat.

Perjalanan kami hanya tinggal separoh lagi. Sebagian program kerja yang telah kami rencanakan telah kami jalankan dengan sebaik- baiknya sesuai dengan batas kemampuan kami. Sebagian program yang lainnya akan kami pada separoh perjalanan ke depan. Tentu saja tetap sesuai dengan batas kemampuan kami.

Usia pengurus Nasyiah merupakan usia produktif. Rentang usia 22 – 35 tahun. Pada saat kelompok perempuan merencanakan kehidupan yang matang. Membentuk keluarga, melaksanakan sunnah, menggenapkan agama. Namun, sungguh luar biasa ditengah kesibukan sebagai wanita pekerja karena tuntutan zaman yang serba kapitalis dan menjadi ibu serta istri, pengurus Nasyiah  tetap menyempatkan waktunya untuk melaksanakan amanah persyarikatan. Jadi mohon dimaklumi, apabila terjadi grafik naik turun didalam kepengurusan  dan pelaksanaan program (salah satunya ada pengurus yang cuti karena melahirkan).

Separoh periode kepengurusan ini akan diakhiri dan diawali dengan musyawarah kerja wilayah, yang Insya Allah akan diadakan di Surabaya, hari ahad 25 – 26 Juni 2011. Bersamaan dengan itu diadakan kegiatan pelatihan jurnalistik. Musykerwil akan dihadiri oleh teman – teman pengurus Daerah. Kita akan adakan reuni Nasyiah Jawa Timur. Semoga dengan musykerwil ini, tali silaturahim antar pengurus Nasyiah daerah di provinsi Jawa Timur semakin kuat dan solid

Albirrumanittaqo

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Segenap Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah

Menyampaikan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan

Semoga Nilai Ibadah Kita Pada Ramadhan Ini Semakin Meningkat

Dan Semoga Kita Dipertemukan Dengan Ramadhan Tahun Depan

Al Birrumanittaqo

UCAPAN BELA SUNGKAWA

   Innalillahi wa Innailaihi rojiuun

Segenap Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur

Mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya

Bapak Nidhom Hidayatulah

Ibu Fira Bernata (Istri Pak Din Syamsudin)

Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, Amien

Dan bersiaplah kami untuk mengemban sebagai pimpinan umat kelak, menjadi penyambung estafet perjuangan Muhammadiyah untuk mewujudkan cita – cita Muhammadiyah

 

Dana 300 Juta Bagi Peternak

Ada yang menarik ketika kemaren sore menghadiri acara yang diadakan oleh bidang ekonomi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah di hotel UMM Inn, hari Sabtu, 8 Mei 2010, yaitu keinginan mendasar dari teman2 Pemuda untuk memiliki amal. Acara yang berjudul Jaringan Ekonomi dan Sosial Pemuda Muhammadiyah “Membangun Jejaring Ekonomi dan Sosial Dalam Rangka Membentuk Kemandirian Pangan” , ini merupakan upaya yang jemput bola yang terhadap program yang digulirkan oleh pemerintah melalui Fakultas Peternakan dan Perikanan UMM. Pemerintah mengeluarkan program SARJANA MASUK DESA (SMD), dengan mendapatkan dana hibah 300 juta.

Perspektif, Orientasi dan Strategi Gerakan Perempuan Muhammadiyah

Sabtu-Ahad, 17-18 April 2010, bertempat di Gedung AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berlangsung Seminar Pra Muktamar dengan tema “Perspektif, Orientasi dan Strategi Gerakan Perempuan Muhammadiyah”. Sungguh sebuah kesempatan yang sangat berharga, ketika PWNA Jatim diajak turut serta oleh PWA Jatim menghadiri acara tersebut sebagai wakil dari Jawa Timur. Semoga ini adalah wujud keseriusan ‘Aisyiyah dalam upaya pembinaan kader.

Regenerasi Nasyiah Kab Malang

Setalah lama tak terdengar kabarnya – setidaknya ini yang PWNA rasakan, karena tidak berpartisipasi pada beberapa kali acara koodinasi PDNA se-Jatim – akhirnya Nasyiah Kab Malang bisa mengadakan forum silaturahmi pada tanggal 4 April 2010. Bertempat di aula PDM Kab Malang, acara yang difasilitasi oleh PWNA dengan nama Turba dan Musyda ini dihadiri kurang lebih 35 orang perwakilan PCNA se Kabupaten Malang.