Suko Widodo Bagi Kiat Sukses Memperkuat Branding

“Tujuan komunikasi adalah bagaimana membuat sesuatu tepat di mata publik. Suatu branding tidak mungkin 100% mewakili tujuan komunikasi, tapi paling tidak mendekati tujuan komunikasi itu dibangun.“ kata Suko Widodo, dosen Universitas Airlangga program studi Ilmu Komunikasi saat membagi pengalaman tentang ilmu branding di acara PW Aisyiyah Jatim (19/5). PW Aisyiah Jatim untuk pertama kalinya, bahkan di tingkat nasional, mengadakan pelatihan branding untuk meningkatkan skill kepenulisan pengurus Aisyiyah yang berasal di berbagai kota di Jatim.

Branding yang kuat adalah bagaimana ketika orang menyebut sesuatu, orang akan dengan mudah mengingat produk. Seperti ketika orang menyebut air mineral kemasan, maka hampir pasti ia akan teringat dengan air mineral merk Aqua. Suko Widodo mengungkapkan, bahwa untuk menciptakan branding Aisyiyah yang dapat menancap dalam pikiran masyarakat, maka cara jitunya adalah dengan menonjolkan aktivitas Aisyiyah. Branding yang dibuat harus menekankan kesan bahwa apapun kegiatan yang hebat, maka itu pasti kegiatan Aisyiyah. Suko Widodo juga mengemukakan ide pada peserta pelatihan untuk menyusun kuisioner dan kirim ke daerah masing2 untuk mengetahui kekuatan branding Aisyiyah sebelum menyusun strategi pembuatan branding yang baru.

Terdapat dua macam strategi branding yakni public speaking dan menulis. Dalam paparannya,  lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada itu menekankan, ada satu poin penting yang mungkin sepele namun menjadi penentu bagaimana seseorang menjadi public speaking  yang baik. Bukan durasi komunikasi yang lama. Bukan pula kata-kata yang puitis atau intonasi. Poin itu adalah bahasa tubuh. Menurut sebuah angket, pendengar komunikasi lebih memperhatikan bahasa tubuh seseorang ketika memulai komunikasi.

Jika di awal perkembangannya ruang publik virtual dilakukan di perangkat komputer, kini orang bisa memanfaatkan smartphone. Menurut beliau, perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone telah mendorong meningkatnya perangkat komunikasi. Akibatnya, jika sebelumnya lebih pasif menjadi sekadar penerima informasi, kini orang dengan mudah bisa mengolah sendiri dan mendistribusikannya dengan perangkat smartphone yang digenggamnya. Hal ini menjadi keuntungan bagi Aisyiyah karena dengan kemudahan akses informasi, Aisyiyah akan dapat lebih memperkuat branding dengan sering menulis artikel berita di sosial media dan website resmi lembaga.

Terakhir beliau menutup dengan harapan supaya Aisyiyah sungguh-sungguh terus belajar meningkatkan kualitas brandingnya sehingga branding Aisyiyah bisa menguasai Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>