RUU Pornografi, masih saja ada pro-kontra??

Perdebatan pro-kontra mengenai RUU APP masih saja berlangsung. Menyebabkan RUU yang dibahas sejak 1997 dan pertama kali diajukan 14 Pebruari 2006 ini tidak kunjung disahkan. Berbagai elemen masyarakat tetap kukuh pada pendirian masing-masing baik yang pro maupun yang kontra. Dukungan pun terus mengalir ke dua belah pihak, baik dukungan untuk segera disahkannya RUU ini, maupun dukungan untuk menolak RUU ini.

Sebagai organisasi yang bergerak dibidang keagamaan, keperempuanan dan kemasyarakatan, Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Timur tentu saja mendukung penyusunan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi ini. Kami sangat meyakini bahwa UU ini disusun atas sebuah niatan yang sangat mulia, yaitu sebagai upaya pembangunan karakter bangsa, sehingga ke depan bangsa kita lebih memiliki kepercayaan diri untuk bersikap dan menunjukkan karakternya. Kita tentunya sangat ingin bangsa kita menjadi subyek budaya, bukan sebagai obyek budaya.

Mengenai kekurangsempurnaan Rancangan Undang-Undang sebagaimana banyak disoroti dari sisi bahasa, mari kita lakukan kajian apakah memang sedemikian fatalnya kesalahan pemilihan kata/bahasa sehingga  bisa dijadikan alasan penolakan tujuan mulia penyusunannya??

Jika Anda peduli, berikan komentar Anda setelah mengkaji beberapa materi-materi berikut :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>