Ada yang menarik ketika kemaren sore menghadiri acara yang diadakan oleh bidang ekonomi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah di hotel UMM Inn, hari Sabtu, 8 Mei 2010, yaitu keinginan mendasar dari teman2 Pemuda untuk memiliki amal. Acara yang berjudul Jaringan Ekonomi dan Sosial Pemuda Muhammadiyah “Membangun Jejaring Ekonomi dan Sosial Dalam Rangka Membentuk Kemandirian Pangan” , ini merupakan upaya yang jemput bola yang terhadap program yang digulirkan oleh pemerintah melalui Fakultas Peternakan dan Perikanan UMM. Pemerintah mengeluarkan program SARJANA MASUK DESA (SMD), dengan mendapatkan dana hibah 300 juta.
Sosok perempuan, merupakan cerita menarik yang akan terus dibahas hingga akhir zaman kelak. Tuhan menciptakan makhluk bernama “perempuan” sebagai salah satu perhiasan dunia, yang mampu menjadi penyejuk, penyemangat, pemberdaya dan perusak. Sosok perempuan menjadi kunci keberhasilan bangsa dan Negara, dan sosok perempuan yang menjadi kunci kehacuran tatanan bangsa dan Negara. Maka jelas apabila perempuan memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengubah dunia, dengan cerita yang dimilikinya.
Sabtu-Ahad, 17-18 April 2010, bertempat di Gedung AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berlangsung Seminar Pra Muktamar dengan tema “Perspektif, Orientasi dan Strategi Gerakan Perempuan Muhammadiyah”. Sungguh sebuah kesempatan yang sangat berharga, ketika PWNA Jatim diajak turut serta oleh PWA Jatim menghadiri acara tersebut sebagai wakil dari Jawa Timur. Semoga ini adalah wujud keseriusan ‘Aisyiyah dalam upaya pembinaan kader.
Setalah lama tak terdengar kabarnya - setidaknya ini yang PWNA rasakan, karena tidak berpartisipasi pada beberapa kali acara koodinasi PDNA se-Jatim - akhirnya Nasyiah Kab Malang bisa mengadakan forum silaturahmi pada tanggal 4 April 2010. Bertempat di aula PDM Kab Malang, acara yang difasilitasi oleh PWNA dengan nama Turba dan Musyda ini dihadiri kurang lebih 35 orang perwakilan PCNA se Kabupaten Malang.
Sebagai salah satu konsekwensi dari sebuah organisasi kader, sudah selayaknya nasyiah memberikan porsi / prioritas program untuk mencetak kader-kader masa datang. Salah satunya dengan memperhatikan masalah regenerasi kepemimpinan di internal organisasi.